17 May 2012

Diagram Tingkat Gangguan Pendengaran

Di antara para tuna rungu terdapat gangguan pendengaran dengan tingkat gangguan yang berbeda-beda. Untuk mengetahui seberapa  dalam gangguan pendengaran di bawah ini adalah tabel untuk mengukur tingkat pendengaran.
tingkat gangguan pendengaran sistem tabel phonak
Sumber : Phonak.com

Tabel di atas adalah sebuah diagram untuk mengetahui tingkat gangguan pendengaran dengan sistem milik Phonak.
Berikut ini beberapa penjelasan singkat tentang tingkat gangguan pendengaran sistem phonak.
  1. Gangguan pendengaran ringan (mild hearing loss)
    Suara lembut tidak didengar. Memahami pembicaraan sulit di lingkungan yang keras atau ramai.
  2. Gangguan pendengaran sedang (moderate hearing loss)Suara lembut dan agak keras tidak didengar. Memahami pembicaraan menjadi sangat sulit jika terdapat kebisingan pada lingkugan ramai.
  3. Gangguan pendengaran berat (severe hearing loss)Percakapan harus dilakukan dengan keras. Percakapan dalam suatu kelompok atau grup memerlukan banyak usaha untuk memahami percakapan kelompok.
  4. Gangguan pendengaran sangat berat/parah (profound hearing loss)Beberapa suara yang sangat keras didengar. Tanpa alat bantu dengar, komunikasi tidak mungkin lagi bahkan dengan upaya intens. 
Dengan melihat diagram tingkat gangguan pendengaran ini dapat membantu anda dalam menentukan jenis alat bantu dengar dengan baik tanpa harus datang dan periksa ke bagian dokter telinga. Saya mengatakan tidak harus datang ke dokter untuk pemeriksaan telinga karena datang atau tidak itu adalah keputusan anda. Saya hanya membantu anda dengan memberikan informasi yang berguna.
Selain itu masih ada lagi diagram-diagram lain yang serupa namun memiliki sedikit perbedaan tingkat karena tiap vendor memiliki sistem sendiri.
Jadi, kembali pada diri anda sendiri, apakah diagram tersebut telah membantu anda dalam menentukan tingkat gangguan pendengaran. Percayalah, tiap orang memiliki pendapat sendiri tentang hal tersebut.
Semoga membantu.

Gambar dan tulisan di atas bersumber dari situs phonak.com.

4 comments:

  1. tulisannyaa bagus-bagus. Saat ini saya lagi coba belajar SIBI, kebetulan nemu i-chat.web.id jadi belajar lewat online aja. Bapak Dimas menggunakan isyarat juga kah?
    sayang sekali di Indonesia bahasa isyarat belum berkembang, kalau saya lihat di Amerika bahasa isyarat (ASL) sudah banyak dipelajari oleh para tunarungu dan orang normal.
    Sukses terus pak. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.
      Memang indonesia masih tergolong terlambat mengembangkan bahasa isyarat tangan.
      Amat disayangkan bila ada tuna rungu yang masih membutuhkan bahasa isyarat.

      Delete