Halaman

23 January 2015

Restoran Para Tuna Rungu di Gaza

Gaza City punya restoran istimewa. Di sini tamu dan pekerja berbicara dalam bahasa isyarat tuna rungu. Koki dan pelayan tuna rungu. Sebuah proyek yang menawarkan perspektif.
Sebuah pandangan, gerakan isyarat tangan dan selalu tersenyum. Hampir tanpa istirahat manajer restoran Ayat Moteer berkomunikasi dengan pekerjanya. Di restoran Atfaluna yang baru dibuka beberapa pekan lalu di Gaza City, semua saling berkomunikasi dengan bahasa isyarat bagi tuna rungu.

21 January 2015

Musik Keras Bisa Rusak Pendengaran

mendengarkan musik keras bisa rusak pendengaran
ilustrasi : wall321.com
Mendengarkan musik favorit memang menyenangkan dan bisa menghilangkan berbagai macam rasa jenuh dan bosan. Musik kapan saja dan dimana saja tanpa memandang usia dan gender. Mendengarkan musik dengan volume keras tentu terasa banget dan lebih enjoyful, namun dibalik suara keras itu ternyata ada bahayanya juga bila terpapar terlalu lama
Sebuah jajak pendapat menunjukkan sekitar dua pertiga orang mengaku telinga mereka berdenging setelah menghabiskan sepanjang malam di klub, pub atau setelah menonton pertunjukan musik.
Kelompok kampanye Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan jajak pendapat yang dilakukan pada 1.000 orang dewasa ini menunjukkan sepertiga dari mereka mengabaikan "level aman" pada alat pemutar musik mereka.

19 January 2015

Main Drum Bisa Atasi Penderita Gangguan Pendengaran?

Angel Beats
Well, siapa yang tidak suka instrumen musik yang bernama drum? Rasanya menyenangkan bisa menggayunkan stik dan menabuh drum mengiringi musik kesukaan kita. Selain itu, drum membantu atasi masalah gangguan pendengaran. Benarkah?
Drum merupakan salah satu alat musik yang menghasilkan suara cukup keras. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bermain musik, termasuk drum, dapat membantu mengatasi gangguan pendengaran.

13 January 2015

Sekolah Luar Biasa atau Sekolah Normal?

Memilih sekolah yang terbaik untuk putra - putri anda yang menyandang tuna rungu atau cacat itu gampang-gampang susah. Banyak yang bingung apakah mau memilih sekolah luar biasa atau sekolah normal?
Saya menerima email dari sahabat saya yang memiliki putra-putri yang tuna rungu untuk membantu memilih sekolah. Mereka kadang bingung apakah sebaiknya masuk ke sekolah luar biasa (SLB) atau masuk sekolah normal seperti anak lainnya. Orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak mereka guna masa depan yang lebih baik dan bisa mandiri.

08 January 2015

Irma Suryati - Sang Penyemangat Kaum Difabel Dari Kebumen

Tidak hanya tuna rungu saja yang berprestasi. Tetapi juga dari penyandang difabel yang tidak kalah berprestasi. Dia hanya mengalami lumpuh layu pada kakinya yang tidak menyurutkan semangat untuk terus berkarya dan memberikan semangat pantang menyerah pada kaum difabel dari Kebumen, Jawa Tengah.
Dia adalah Irma Suryati, seorang penyandang difabel pada fisik sekaligus seorang pengusaha sukses dan motivator untuk kaum difabel dan kaum marjinal. Perempuan asal Desa Karangsari, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini lumpuh akibat menderita penyakit polio sejak usia 4 tahun ini telah berhasil membuktikan diri sebagai pengusaha yang sukses dengan usaha konveksi yang beromzet miliaran rupiah.

06 January 2015

Wisono Basuki Penyandang Lumpuh & Tuna Wicara Bisa Beli Harley

wisono basuki
dok:merdeka.com - Wisono Basuki
Well, siapa pun dan apa pun kondisi kita, mestinya bersyukur bilamana diberi kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki orang normal. Tidak ada manusia yang sempurna di mata Tuhan dan semuanya adalah sama. Mestinya kita tidak perlu membeda-bedakan lagi.
Disaring dari berbagai sumber
Siapa sangka pria yang terlahir dengan keadaan dua kaki lumpuh, syaraf tangan, dan mulut terganggu sehingga tak bisa bicara pada kaki dan tidak bisa bicara ini menjual perkakas dapur dan jasa pijat ternyata mampu membeli motor harley davidson bekas. Adalah bapak Wisono Basuki, pria berusia sekitar 50 tahun berjuang menyambung hidupnya dari berjualan perlengkapan dapur, mainan anak dan jasa pijat.

04 January 2015

Mengenal Sejarah Alat Bantu Dengar (Bagian 2)

centerhearingaids.com
Seperti pada pembahasan sejarah sebelumnya yaitu mengenal sejarah alat bantu dengar bagian 2 dengan mengenal 3 buah alat bantu dengar konvensional dan cikal bakalnya.
Kita mengenal alat bantu dengar konvensional seperti ear trumpet, transistor hearing aid, electronic hearing aid. Sekarang saatnya memasuki era alat bantu dengar digital. Dengan teknologi digital yang memungkinkan alat bantu dengar dibuat sedemikian rupa menjadi kecil dan lebih kecil lagi yang membantu pengguna menjadi lebih percaya diri dan mengatasi masalah pendengaran.
Karena ukuran yang serba kecil ini kita jadi mengenal beberapa macam jenis alat bantu dengar teknologi digital.

02 January 2015

Mengenal Sejarah Alat Bantu Dengar (Bagian 1)

centerhearingaids.com
Teknologi digital yang berkembang pesat membuat nyaman digunakan dalam sehari-hari. Perkembangan teknologi alat bantu dengar (abd) yang sangat cepat ini banyak membantu para penyandang gangguan dengar bisa mendengar dengan normal tanpa terganggu dengan kabel-kabel yang membelit dan ukuran yang kecil tentu menambah percaya diri si pengguna tanpa terlihat dari jauh.
Sebelum adanya digital, abd masih berbentuk konvensional dan berukuran besar yang tentu merasa aneh bagi yang menggunakan dan melihatnya.

26 January 2014

Seberapa Konsisten Dalam Usaha Mencapai Tujuan?

Akhir-akhir ini sudah lama saya tidak menulis artikel ini. Bukan karena kesibukan dalam bekerja, tetapi juga kurangnya sikap konsisten dalam membangun artikel yang berhubungan dengan disabilitas dan peristiwa yang berkaitan dengan penyandang cacat.
Kurang konsisten dalam mengerjakan tugas sederhana seperti ini justru membuat perkembangan blogging ini makin pelan dan terhambat seolah-olah hilang tenaga untuk bergerak dan berpikir serta bertindak.

22 August 2013

Organisasi Thisable Enterprise


Organisasi Thisable Enterprise yang didirikan oleh Angkie Yudistia yang tidak lain perempuan penyandang tuna rungu lulusan Magister Marketing Communication The London School of Public Relations, Jakarta.

Organisasi ini didirikan untuk menampung para penyandang tuna rungu dan penyandang cacat untuk dibina dan dilatih keterampilan dasar atau base skill agar mampu bersaing dengan manusia normal dalam bekerja.