06 January 2015

Wisono Basuki Penyandang Lumpuh & Tuna Wicara Bisa Beli Harley

wisono basuki
dok:merdeka.com - Wisono Basuki
Well, siapa pun dan apa pun kondisi kita, mestinya bersyukur bilamana diberi kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki orang normal. Tidak ada manusia yang sempurna di mata Tuhan dan semuanya adalah sama. Mestinya kita tidak perlu membeda-bedakan lagi.
Disaring dari berbagai sumber
Siapa sangka pria yang terlahir dengan keadaan dua kaki lumpuh, syaraf tangan, dan mulut terganggu sehingga tak bisa bicara pada kaki dan tidak bisa bicara ini menjual perkakas dapur dan jasa pijat ternyata mampu membeli motor harley davidson bekas. Adalah bapak Wisono Basuki, pria berusia sekitar 50 tahun berjuang menyambung hidupnya dari berjualan perlengkapan dapur, mainan anak dan jasa pijat.

Meski cacat, dia tidak mau menyerah dan ingin selalu mandiri. Dia buktikan kegigihannya itu dengan berjualan alat-alat dan mainan dari kayu. Awalnya pria yang beralamat di Jalan JA Suprapto III/93 Kota Malang itu berjualan menggunakan sepeda kayuh, hingga akhirnya dia bisa membeli sepeda motor Harley Davidson.
Motor harley davidson keluaran lama ini diperoleh dari perjuangan panjangnya yang penuh dengan berbagai macam tulisan dan stiker yang digunakan untuk berjualan. Memang sesuatu yang tidak biasa karena menggunakan motor gede itu dia gunakan sebagai sarana jualannya sehari-hari. Awal-awal dia jualan dia harus dibopong karena keterbatasan fisiknya, namun hal itu tak menyurutkan semangatnya. Dia tidak mau meminta-minta ataupun diberi uang oleh orang melainkan hanya menerima uang sesuai dengan harga barang yang dijualnya.
Toko keliling Basuki menyediakan berbagai barang-barang, mulai dari mainan hingga alat-alat kesehatan. Walau kadang disangka butuh belas kasihan, putra Purnawirawan TNI itu pantang meminta-minta. Banyak yang tidak mengira bahwa Basuki mampu membeli motor dengan harga yang tidak terjangkau bagi kalangan bawah.
Pada tahun 2002, Basuki menikahi Ratnawati Dwi Ningsih. Kini, Basuki memiliki 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Kedua buah hatinya menjadi sumber semangat bagi Basuki untuk terus bekerja.
Di saat usia yang tidak lagi muda menunjukkan pada dunia bahwa nilai-nilai luhur patut dijunjung tinggi  siapa saja. Seperti motto Wisono Basuki, "Bekerjalah memakai otak, jangan memakai dengkul".
Meski memiliki banyak keterbatasan, Basuki tidak begitu saja mengandalkan orang lain. Oleh karena itu justru menjadikannya orang yang pantang menyerah. Karena bekerja itu memakai otak, bukan memakai dengkul.

No comments:

Post a Comment